Wednesday, September 22, 2021

Mengenal Jenis Jagung yang Ada di Indonesia

Jagung (Zea mays) merupakan salah satu komoditi pangan di Indonesia yang cukup populer di sektor pertanian. Dilihat dari segi fisik, rasa, dan fungsinya, ada beberapa jenis jagung yang bisa Anda temui di Indonesia, seperti jagung manis, berondong, mutiara, dan sebagainya.

 

Sedangkan jika dilihat dari proses pembuatannya, Indonesia memiliki tiga jenis jagung, yaitu jagung komposit, hibrida, dan transgenic. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat mengetahui berbagai jenis jagung di Indonesia pada ulasan berikut.


Jagung Manis
Sweet corn adalah salah satu jenis jagung yang banyak dibudidayakan. Jenis jagung ini dipanen ketika masih muda karena kadar gulanya masih tinggi sehingga rasanya lebih manis. Jagung manis memiliki tekstur biji yang empuk berair.


Sweet corn merupakan salah satu jenis jagung yang paling sering diolah. Anda dapat memanfaatkan jenis jagung ini sebagai bahan membuat bakwan dan sayur soup. Selain itu,, banyak pula yang menikmati jagung ini hanya dengan direbus atau dibakar saja.


Jagung Berondong
Jagung berondong mempunyai kelembaban sekitar 14-20%, tetapi ukuran biji jagung ini kecil dan bertekstur lebih keras. Jika jagung ini dipanaskan, maka air yang ada di dalam biji jagung akan menguap dan jagung mengambang hingga 10-30 kali lebih besar dari ukuran awal, sehingga terciptalah popcorn.


Jagung Mutiara
Jagung mutiara atau flint corn memiliki ciri fisik yang unik. Biji jagung ini memiliki berbagai varian warna, seperti kuning, putih, dan merah. Ukuran biji jagung ini cenderung kecil, berbentuk bulat, dan bertekstur licin. Biji jagung ini sulit dimasak, sehingga lebih sering digunakan untuk pakan ternak.


Jagung Gigi Kuda
Jagung gigi kuda atau dent corn memiliki ukuran yang besar dan warna yang terang, lebih terang daripada jagung manis. Kandungan pati pada jagung ini lebih tinggi dari jagung manis, tetapi rasanya jauh berbeda karena kadar gulanya yang rendah.


Ada dua jenis jagung ini, yaitu berbiji kuning dan putih. Jagung berbiji kuning lebih sering digunakan untuk pakan ternak. Sedangkan yang berbiji putih digunakan sebagai bahan membuat tepung jagung, roti, bahkan keripik tortilla.


Jagung Pod
Jagung ini paling berbeda di antara semua jenis jagung yang ada di Indonesia. Jagung ini memiliki berbagai varian warna biji. Namun, karena seluruh tongkol jagung terbungkus dengan kelobot, maka jagung ini tidak dapat dimasak sehingga hanya dijadikan hiasan saja.


Jagung Ketan
Jenis jagung ini memiliki ukuran biji kecil yang terlihat mengkilap. Jagung ketan memiliki kandungan amilopektin yang tinggi, sehingga membuat jagung ini terasa lebih lengket jika diolah. Pada umumnya, jagung ini dimasak menjadi makanan kenyal seperti lepet.


Jagung Komposit
Benih jagung komposit berasal dari tanaman sebelumnya, dapat digunakan terus menerus. Benih jagung ini belum dicampur dengan varietas yang lain. Umumnya, jagung ini memiliki umur yang pendek, tahan hama, dan tidak menimbulkan ketergantungan. Varietas jagung ini contohnya, Gajah Rante, Arjuna, dll


Jagung Hibrida
Jenis jagung hibrida diperoleh dari penyilangan jagung induk jantan dan jagung induk betina sehingga menghasilkan varietas baru. Varietas baru ini memiliki sifat unggul dari kedua induknya. Contoh dari varietas jagung ini, yaitu Pioner dan BISI.


Jagung Transgenik
Bibit jagung ini tidak dapat diproduksi sendiri oleh petani karena dibuat dengan menyisipkan gen dari makhluk hidup maupun makhluk tak hidup. Jenis jagung transgenic dapat menghasilkan 8-10 ton jagung per hektar serta tahan penyakit, hama, dan obat kimia. Contoh varieta jagung ini adalah BT dan Terminator.

logoblog